30/04/09

7 Kedahsyatan Menulis

7 Kedahsyatan Menulis. Buat para blogger, ga usah dikasitau kedahsyatannya pun, udah pada rajin aja menulis. Malah ga jarang ada yang “sakaw” kalau sehari saja tak menulis.


Tapi di luar dunia blogging sana, banyak banget rupanya orang yang kepengen bisa menulis, tapi ga bisa. Bisa karena malas, bisa karena ga punya waktu. Meskipun ya, banyak juga orang yang sesempit2nya waktu, masih tetap bisa menulis setiap hari (jadi apakah itu berarti, alasan yang sesungguhnya “ga sempat nulis” adalah malas? -hehe).

Selain orang yang kepengen tapi ga bisa, ada sebagian orang yang memang mengaku ga berniat atau ga tertarik menulis. Ini juga, bisa karena malas membayangkan harus mikir dulu sebelum bikin tulisan, atau malas karena ga mau cape menulis (jadi intinya, semua alasan “tidak menulis” sebenarnya malas nih? - hehe, kidding only).

Anyway, tetap bisa kok orang2 tertentu yang memang tidak terpatri untuk duduk lama di depan komputer dan mengetik (atau di kertas menggunakan pulpen), untuk menuangkan buah pikiran dan ide2nya dalam bentuk tulisan. Dengan cara, dibantu asisten atau co-writer. Itu yang dilakukan sejumlah tokoh terkenal seperti om Bob Sadino, dan yang juga dilakukan Rasullullah dengan al-Quran. 

Om Bob tidak pernah menulis buku, otobiografi sekalipun. Orang lain lah yang menulis biografinya. Suatu kali saya wawancara beliau di rumahnya, sempat melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana beliau marah2 ke seorang penulis yang datang dan berkonsultasi tentang buku (mengenai om Bob) yang sedang ditulisnya, karena gaya penulisannya yang dianggap tidak layak oleh om Bob 

Kembali ke topik, kenapa sebenarnya kita harus menulis? Setidaknya ada 3 alasan penting.

Pertama, menulis itu penting supaya ilmu tidak hilang. Jika ilmu diibaratkan hewan buruan, maka menulis adalah tali kekangnya. Supaya hewan buruan tidak lari kemana2, mesti ada tali kekangnya. Demikian pula dengan ilmu dan menulis.

Kedua, kita menulis untuk mengoptimalkan otak kanan. Otak kanan ini yang berfungsi untuk hal2 “non-logical”, semacam mempertajam perasaan, mis. menumbuhkan rasa empati, meningkatkan sensitivitas, meningkatkan kreativitas, dll.

Ketiga, menulis itu untuk mengurangi tacit knowledge. Tacit knowledge adalah ilmu/kelebihan seseorang yang sulit ditransfer kepada orang lain. Contoh, ibu kita jago masak, dan kita minta diajarin masak tongseng yang enak. Kita diajarin semua resepnya, komposisinya, sampai berapa lama masaknya. Tapi giliran kita sendiri yang masak, udah ngikutin semua resep dan komposisi dengan benar pun, kadang masih saja rasanya ga seenak tongseng buatan ibu. Nah, itu namanya ilmu yang sulit ditransfer ke orang lain (tacit knowledge). Menulis, akan mengurangi tacit knowledge seperti ini.

Lalu, pertanyaan intinya, apa sih 7 kedahsyatan menulis?

Satu; mengurangi stres. Menurut James W Pennebaker, Ph.D., Professor of Psychology dari University of Texas dan penulis buku “Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions“, kondisi mental orang2 yang terbiasa mengekspresikan emosi atau unek2 dengan menulis, lebih stabil dibandingkan orang2 yang tidak biasa menulis.

Dua; membantu menemukan jalan hidup. Harvard Business School pernah melakukan penelitian tentang hubungan antara memiliki cita-cita & menuangkannya dalam bentuk tulisan, dengan pencapaian cita-cita tersebut. Hasilnya, sebagian besar responden (84%), ternyata tidak punya cita-cita. 13% punya cita-cita tapi tidak menuliskannya. Dan hanya segelintir orang, yaitu 3%, yang punya cita-cita dan menuliskannya.

Setelah 1 tahun, seluruh responden itu dicek lagi perkembangannya. Ternyata, 13% orang yang punya cita-cita tapi tidak menuliskannya, memiliki penghasilan 2x lipat dibandingkan 84% orang yang tidak punya cita-cita. Dan, ini yang penting, 3% orang yang punya cita-cita dan menuliskannya, memiliki penghasilan 10x lipat dibandingkan 97% orang sisanya.

Tiga; menjaga semangat dan komitmen. Setiap tulisan yang kita buat akan mengingatkan kita pada komitmen2 yang telah kita buat, dan itu adalah obat yang sangat baik untuk membangkitkan semangat yang kerap kali pudar di tengah jalan.

Empat; mencari dan memperkaya inspirasi. Menulis tentang sesuatu akan mendorong kita untuk mencari hal2 yang akan memperkuat materi penulisan, googling/searching akan segera menjadi kata yang akrab bagi orang yang hobi menulis, atau minta pendapat dari orang lain yang lebih ahli. (Untuk menulis posting ini, saya harus googling tentang James Pennebaker, karena tadi hanya mendengar sekilas dari mas Jamil dan semula belum tahu siapa dia sebenarnya -hehe).

Lima; mendatangkan passive income. Tulisan yang baik sangat bisa dijadikan buku, dan diterbitkan, dan dijual. Sebut sajalah berjudul2 buku yang diambil dari buku harian atau kumpulan posting di blog, atau dari kumpulan kertas tissue yang digunakan JK Rowling waktu menulis naskah cerita di cafe2. Tak heran kalau Andrea Hirata mendapat royalti lewat Rp1M dari Laskar Pelangi nya. Dan novel Ayat Ayat Cinta mendatangkan royalti lebih dari Rp1,5M ke pundi-pundi Habbiburahman al-Shirazy penulisnya (ini angka sebelum novel AAC difilmkan. setelahnya? hmm…)

Enam; meningkatkan kreativitas. Menulis yang rutin dan sinambung, lama-kelamaan akan mendorong kita untuk terus menggali lebih dalam bagaimana cara menulis yang baik, penyampaian yang sistematis, dan gaya penulisan yang menarik.

Tujuh; menyimpan memori. Rasanya, ini adalah salah satu “tujuan utama” sebagian orang menulis, baik itu buku harian ataupun blog harian :p Terlalu banyak kisah hidup dan aktivitas keseharian yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, tanpa dibungkus dalam album yang setiap saat bisa dibuka2 kembali. Mau itu kisah suka, mau itu duka, akhirnya pasti akan membuat kita tersenyum ketika membacanya kembali

repost dari blognya pak Jamil

28/03/09

postingan telat

ini postingan telat banget, tahun lalu (21 desember 2008) aku menikah. nah, telat banget tho postingnya. kalo gak percaya silahkan di cek di KUA Bangil, ato gini aja deh, tak kasih foto bukti aku wes rabi.......

14/07/08

Milad 1 TDA NGalam. mantafff banget.



pas acara makan malam dengan pak Roni dan pak Iim


Chalengging TDA Ngalam


Sebagai anggota yang bisa dibilang masih baru di TDA Ngalam, acara Milad 1 yang diadakan di Cinemax kemarin saya rasa sangat mantap. 

Format acara yang padat yaitu, sharing, motivating, educating, celebrating, awarding dan challenging, memberikan banyak inspirasi. 

Pak Wuryanano dengan gayanya yang khas memberikan suntikan motivasi dengan PACOTA dan anti TENGILnya. Disusul Pak Fauzi yang mengupas buku "Billionaire in Training" dari Brad Sugars., membuat saya berpikir sudah sampai tahap mana bisnis saya ini.

Disamping itu pak badroni, Pak Iim, Pak Ade, Pak Rosihan dan Pak Bambang, selaku senior dan founder TDA memberikan sharing pengalamannya dalam talkshow bagaimana membangun bisnis dan kendala-kendala yang dihadapi juga sangat

Yang tidak kalah seru dan banyak ilmu barunya ialah Selepas istirahat dan makan siang yang diisi dengan talkshow kedua dengan topik bagaimana mewaralabakan bisnis. di sana ada mbak Vivi yang baru saja sukses mewaralabakan bisnisnya, terus juga ada Pak Rinto yang sudah berpengalaman mewaralabakan baksu Nyuss nya dan nara sumber lain.

selanjutnya ada acara awarding dan celebrating, selamat ya, buat 4 orang anggota TDA Malang yang telah lulus menjadi full TDA. moga-moga aja milad tahun depan saya yang dapat award. he he.

Juga tidak kalah seru adalah TDA Challenge, di mana pak Badroni sang jenderal TDA memberikan tantangan kepada para peserta milad untuk membesarkan bisnisnya dengan pertumbuhan minimal 2 kali lipat dari segi omzet dan profit.

Mengingat seru dan Fuuuntasticnya acara ini, tahun depan saya bertekad untuk ikut lagi dan bukan lagi sebagai peserta pasif, akan tetapi juga bisa dapat awardnya.
Semoga.

salam Fuunntastic
Faisol Hamzah

14/05/08

100 taon Hari Kebangkitan Nasional


Sehabis magrib kemarin malam, aku dan mas Yus pergi ke Batu, niatnya sih pengen menyelesaikan beberapa hal. tapi ternyata niat berrangka ke batu malam itu berbuah cerita gambleh yang akan kuceritakan ini.
yaitu pas lewat depan hotel Kartika Wijaya, kok banyak mobil diparkir, dan sepeda berjajar-jajar gak seperti biasanya, secara apontan aku menyetop laju sepeda.
"sek sam, bentar mas. kemarin aku lihat spanduk akan ada orasi budaya yang datang Si burung merak Ws Rendra dan pak Hasyim Muzadi. kayaknya acaranya ini deh"
lalu, cling!!
begitu saja langsung konek mas Yus ini, dengan tanpa ba bi bu lagi kami parkir sepeda, dan berlagak undangan. urusan Romli (rombongan liar) me-romli ini sudah sepertinya sangat berpengalaman saja, kalau boleh di bilang, kami ini sudah romli profesional. tanpa rencana panjang lebar, gak usah pikir undangan, dicegat sekuriti atau apalah. yang penting masuk gitu aja. dan ternyata memang bisa masuk halangan dan rintangan, malah dapat sambutan.
itu tadi cerita prolognya saja, intinya adalah kemarin itu ada acara Orasi budaya dalam rangka memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional : Kau, Aku Bersama warnai dunia. yang berorasi
adalah:
WS Rendra (Penyair Nasional dengan Julukan Si Burung Merak),
Dato Sri Anwar Ibrahim (Tokoh Malaysia yang katanya calon Perdana Menteri)
Kyai H. Hasyim Muzadi (Ketua PBNU)
Buya Syafi'i Ma'arif (Tokoh Muhammadiyah)

cerito gambleh cap opo maneh iki?
meski dengan agak gagu, aku sudah lama sekali gak ikut forum diskusi yang seserius ini, yang dibahas negoro, ummat, rakyat, masa depan bangsa. wuihhh. saya coba merekam apa saja yang di bahas oleh para tokoh itu kemarin malam.

WS Rendra
namanya saja penyair yang pasti WS Rendra berpuisi, puisi yang panjaaaang sekali, lebih panjang dari makalah mahasiswa-mahasiswa amatir yang baru semester 2 an. isi nya hukum harus ditegakkan, dan hukum adat sebagai kebijaksanaan lokal harus di lindungi. bukan di tindas dan diberangus dengan hukum negara. itu saja yang dapat saya tangkap, padahal Rendra pada saat itu mampu menguraikan idenya dengan sair yang mendayu-dayu, menjlentrehkannya se jlentreh-jlentrehnya. saya ingat ingat satu bait sairnya akaya gini

melalui puisi ini aku bersaksi

bahhwa rakyat di negeri ini
masih belum merdeka

Buya Syafi'i Ma'arif
Kalau beliau ini intelektual yang bener-bener intelek. orasinya sangat bermutu sampe bikin saya ngelu mendengarnya. barangkali kalau saya profesor baru saya dapat mudeng apa maksud beliau, yah maklumlah, antenenya kurang tinggi.

wah kok sudah siang, aku selat nang endi-endi
post nya kapan-kapan diterusin maneh
sori yaa

Ayo Gambleh Manehh

ehem, ehemmm.
agak serak suaranya, lama gak nggambleh maneh. setelah posting terakhir dengan judul Lebih baik diam saja. maka saya diam lama, lammmaaaa sekali. bahkan lebih dari sebulan. saya bingung untuk mendefinisikan termasuk dalam jenis apa diam saya ini, apa termasuk diam bodoh, diam males atau diam-diam yang lain, tapi kayaknya lebih pada diam bodoh atau diam males deh.
maka dari itu, akhirnya saya putuskan untuk 'bicara' lagi, atau nulis lagi. biar gak melempem.
sudah itu aja, saya masih agak kaku untuk gambleh apa?. jadi nulisnya cuma sedikit aja.
he he he...
kemarin gak bisa nulis..
sekarang 'agak kaku'...
podho ae
intine nggambleh

31/03/08

lebih baik diem aja

hasil dari blog walking kesasar lagi dapet ini :

Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.", hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

1. Jenis-jenis Diam

Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:

a. Diam Bodoh

Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.

b. Diam Malas

Diam jenis merupakan keburukan, karena diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak berselera atau malas.

c. Diam Sombong

Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel dengannya.

d. Diam Khianat

Ini diamnya orang jahat karena dia diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam yang keji.

e. Diam Marah

Diam seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jauh lebih terpelihara dari perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana. Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.

f. Diam Utama (Diam Aktif)

Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih besardibanding dengan berbicara.

2. Keutaam Diam Aktif

a. Hemat Masalah

Dengan memilih diam aktif, kita akan menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah.

b. Hemat dari Dosa

Dengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis, terhindar dari kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.

c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang

Dengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati kita.

d. Lebih Bijak

Dengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yang baik, diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.

e. Hikmah Akan Muncul

Yang tak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam aktif adalah bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang cemerlang, hikmah tuntunan dari Allah swt akan menyelimuti hati, lisan, serta sikap dan perilakunya.

f. Lebih Berwibawa

Tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lebih segan untuk mempermainkan atau meremehkan.

Selain itu, diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal, seperti:

  1. Diam dari perkataan dusta
  2. Diamdari perkataan sia-sia
  3. Diam dari komentar spontan dan celetukan
  4. Diam dari kata yang berlebihan
  5. Diam dari keluh kesah
  6. Diam dari niat riya dan ujub
  7. Diam dari kata yang menyakiti
  8. Diam dari sok tahu dan sok pintar

Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti, saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid "laa ilaha illallah" puncak perkataan yang menghantarkan ke surga.

ini aslinya di tulis oleh aa Gym

27/03/08

Hari ini Pasang Logo TDA


Hari ini saya pasang Logo TDA di blog ini, setelah sekitar sebulan terdaftar sebagai kelompok komunitas TDA baru sekarang 'berani' pasang logonya.

"ngapain lama banget, kok nggak kemarin-kemarin aja? "

Sebenarnya setelah terdaftar sebagai anggota di webnya TDA ingin langsung pasang logonya. tapi kok rasanya gak enak gitu, meskipun secara resmi sudah terdaftar, tapi rasanya belum menjiwai , ada yang gak sreg gitu.

Mungkin itu karena saya merasa sendirian, cuma ikut-ikutan, atau juga minder. Dalam penglihatan saya rasanya jauuhh banget para master TDA itu dengan saya, seperti punguk yang merindukan bulan. Saya ini punguknya dan master-master TDA itu bulannya. saya beraninya cuma baca postingan mereka yang FunTastic itu, sambil ngiler-ngiler mbatin "kapaaaaan bisa kaya mereka yah"

ok, cerita lanjut lagi. Akhirnya daripada stress ngiler thok gak ada kelanjutannya maka saya coba cari-cari komunitas TDA yang terdekat, yaitu yang sekota, Ngalam city. Alhamdulillah, dari sekedar blogwalking ada yang respon mampir ke blog saya, sehingga semangat ini bekobar lagi.
-makasih buat mas donnie yang pertama ngonek saya, ngajak ikutan mailing list, ngasih petunjuknya sekaligus approve keanggotaan di TDA Ngalam-

Bagi saya ini bukan sekedar pasang gambar atau logo, dalam hati saya berdo'a semoga dengan masang logo ini cita-cita untuk menambah jaringan dan belajar bisnis yang bener bisa keturutan.
Kalo itu sudah bisa tercapai maka Tangan Di Atas bukan sekedar mimpi di siang bolong belaka.

KEEP SPIRIT, AND ACTION NOW OR NEVER